10 Cara Mengatasi Siswa yang susah Diatur, Jangan Dimarahi!

10 Cara
Mengatasi Siswa yang susah Diatur, Jangan Dimarahi!
Ditulis oleh Nita Oktifa
Tanggal diterbitkan1 Tahun Lalu
Guru Pintar pasti mengetahui
bahwa siswa di dalam kelas memiliki karakter yang sangat beragam. Ada yang
rajin dan patuh pada guru. Dan sebaliknya ada juga yang sering mencari
perhatian dengan membuat ulah dan susah diatur. Nah, sebagai seorang guru, Guru
Pintar harus tetap mengajar dengan sebaik-sebaiknya dan berbuat adil pada
seluruh siswa. Hal ini tidak menjadi masalah jika siswa disiplin dan selalu
taat pada guru. Bagaimana dengan siswa bandel dan sulit diatur?
Tenang, Guru Pintar tidak
perlu panik. Berikut ini adalah cara mengatasi anak yang susah diatur yang
dapat Guru Pintar terapkan di kelas. Simak sampai selesai, ya!
1. Merancang metode mengajar yang bervariasi
Setiap siswa dikarunia
keunikan dan karakternya masing-masing. Hal ini menyebabkan setiap siswa tidak
dapat ditangani dengan cara yang sama. Supaya semua karakter dan keunikan siswa
dalam belajar dapat terfasilitasi, Guru Pintar harus merancang metode mengajar
yang beragam. Misalnya, metode mengajar menggunakan diskusi. Mungkin di kelas A
siswa dapat belajar dengan baik dengan metode ini, tetapi di kelas lain belum
tentu metode ini sesuai. Oleh karena itu, Guru Pintar harus siap sedia
alternative-alternatif untuk mengatasi kendala seperti ini.
Dengan membekali diri dengan
berbagai metode mengajar, Guru Pintar tidak perlu risau lagi terhadap siswa yang
nakal dan suka mengganggu pada saat kegiatan belajar. Dengan metode yang sesuai
dengan karakteristik mereka, siswa akan fokus dan bersemangat dalam belajar.
2. Buat kesepakatan kelas yang jelas dan taati
Di saat belajar, Guru Pintar
pasti merasa pusing jika siswa rebut di dalam kelas. Mengatasi siswa yang ribut
saat belajar dapat dilakukan dengan membuat kesepakatan yang jelas bersama
dengan siswa. Jika kesepakatan sudah dibuat, Guru Pintar harus konsisten dan
menunjukkan pada siswa bahwa kesepakatan harus dipatuhi oleh semua siswa dan
juga guru.
Biasanya kesepakatan dibuat
di awal pembelajaran. Ajak siswa berdiskusi kesepakatan apa yang harus dibuat
supaya kelas berjalan lancar dan konsekuensi apa yang akan didapatkan jika
melanggar kesepakatan yang telah dibuat oleh semua warga di kelas. Melibatkan
siswa dalam menetapkan kesepakatan atau peraturan akan membuat siswa lebih
bertanggung jawab.
3. Beri peringatan dengan halus atau secara nonverbal saja
Guru pintar pasti merasa
terganggu saat siswa gaduh saat proses belajar. Hal penting yang harus Guru
Pintar ingat adalah jangan sekali-sekali mengingatkan siswa dengan menaikkan
suara. Volume suara guru yang tinggi akan membuat siswa cenderung menaikkan
volume suaranya juga. Selain itu, berteriak akan sangat menguras energi dan
juga emosi.
Jadi apa yang harus Guru
Pintar lakukan? Berilah peringatan dengan menggunakan body sign. Misalnya
meletakkan telunjuk di depan bibir, dengan diam dan menatap semua siswa, atau
bisa berhitung dengan suara normal. Untuk siswa-siswa di level sekolah dasar,
Guru Pintar dapat mengalihkan kegaduhan dengan menyanyi. Saat siswa gaduh,
nyanyikan lagu yang mereka sukai dan mereka akan mengikuti gurunya menyanyi.
Setelah itu Guru Pintar dapat mengajak siswa untuk kembali fokus pada pelajaran.
4. Pilih diksi selain “jangan” untuk melarang siswa
Apa yang Guru Pintar rasakan
ketika sedang mengajar ada siswa bandel dan terus mengganggu proses
pembelajaran? Apa yang Guru Pintar lakukan supaya pembelajaran kondusif? Pada
umumnya jika ada siswa yang susah diatur dan terus menerus berbuat ulah
sehingga membuat konsentrasi guru dan siswa lainnya terpecah, guru akan
memberikan peringatan. Contoh peringatan yang sering didengar adalah “Jangan
berisik!” atau “jangan mengobrol.” peringatan seperti ini biasanya tidak
bertahan lama. Siswa kan mematuhi sebentar saja kemudian akan mengulangi lagi
karena tidak ada alasan solutif dari peringatan tersebut.
Solusinya adalah dengan
mengganti pilihan kata atau diksi yang Guru Pintar gunakan. Alih-alih mengingatkan
dengan “Jangan berisik!” gunakan ungkapan “Ayo, kita belajar dulu ya” atau “ayo
dengarkan dulu Bapak/Ibu Guru!”
5. Stop memberi label pada siswa
Kenakalan siswa di sekolah
tidak akan teratasi dengan memberikan label si A bandel, si B nakal, dan lain
sebagainya. Yuk, mulai fokus dengan hal positif pada diri siswa. Setiap siswa
pasti memiliki sisi positif. Jangan-jangan mereka bertingkah sedikit berbeda
dengan siswa lainnya karena ingin mendapatkan perhatian dari gurunya.
Berikanlah pujian pada hal
positif sekecil apapun yang siswa lakukan. Hal ini dikarenakan ketika siswa
merasa dihargai sekecil apapun tindakan yang dilakukannya, mereka akan merasa
senang dan termotivasi untuk terus berperilaku baik. Hindari memberikan pujian
pada satu atau beberapa siswa saja supaya tidak terjadi kecemburuan.
6. Pahami kenapa siswa tidak bisa diam
Seperti Guru Pintar ketahui
bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Ketika anak cenderung
untuk selalu bergerak dan aktif di dalam kelas sehingga berpotensi mengganggu
siswa lainnya, bukan berarti anak tersebut memang nakal atau bandel. Guru
Pintar wajib mencari tahu penyebab siswa melakukan tindakan seperti itu.
Bisa jadi siswa tersebut
merupakan anak yang hiperaktif atau sedang merasa bosan. Supaya pembelajaran
berjalan lancar dan semua siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sama-sama bermakna,
Guru Pintar dapat menerapkan metode belajar yang banyak melibatkan aktivitas
seperti games, diskusi, atau bermain peran. Hal ini perlu sekali
karena siswa tidak bisa duduk, diam, dan memperhatikan guru membutuhkan
aktivitas yang bisa dilakukan agar energinya dapat tersalurkan dengan tepat.
7. Menjadi pendengar yang baik
Foto oleh Ivan Samkov dari Pexels
Salah satu cara mencari
solusi menangani siswa yang sulit diatur adalah dengan menjadi pendengar yang
baik. Sering kali siswa yang menjadi trouble maker di kelas
adalah siswa yang kurang perhatian atau memiliki hal yang tidak tersampaikan.
Pendekatan secara pribadi dengan mengajak mereka bicara santai di luar konteks
pembelajaran akan memberi kesempatan siswa mencurahkan uneg-unegnya. Selain
dapat membangun kedekatan antara siswa dan guru, kegiatan seperti ini dapat
membuat siswa merasa diterima dan dihargai.
8. Memberikan hukuman yang positif
Yang dimaksud dengan hukuman
positif adalah hukuman yang benar-benar membuat anaka menyadari kesalahannya
dan tidak akan mengulanginya lagi. Memberikan hukuman dengan cara memarahi,
membentak, atau hukuman fisik tidak akan membuat siswa jera, tetapi justru akan
semakin membuat mereka sulit diatur.
Jenis hukuman atau
konsekuensi yang didapat siswa jika melakukan pelanggaran harus disampaikan di
awal pembelajaran dan dilakukan bersama-sama dengan siswa. Kemudian hasil kesepakatan
ini harus konsisten dilaksanakan sehingga ketika menerima hukuman, siswa tidak
merasa sakit hati.
9. Berkomunikasi dengan orang tua
Untuk beberapa kasus
tertentu, Guru Pintar harus berkomunikasi dengan orang tua. Koordinasi dengan
pihak orang tua siswa akan membuat guru dan orang tua lebih memahami siswa
sehingga dapat bersama-sama membantu mendukung dan motivasi siswa.
Komunikasi dengan orang tua
dapat dilakukan secara rutin misalnya saat menyampaikan raport. Di luar jadwal
komunikasi rutin seperti telah disebutkan sebelumnya, Guru Pintar harus selalu
menjaga komunikasi baik dengan baik dengan orang tua siswa.
Bagaimanapun tingkah siswa
di kelas, Guru Pintar harus selalu sabar. Tingkatkan kemampuan mengontrol
emosi sehingga tidak meledak-ledak di kelas ketika menangani siswa yang
susah diatur. Dengan manajemen emosi yang baik, Guru Pintar akan dapat berpikir
jernih dan dapat bertindak dengan tepat
Nah Guru Pintar, demikian 10
Cara Mengatasi Siswa yang susah Diatur. Selamat mencoba!
Sumber : https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/cara-mengatasi-siswa-yang-susah-diatur-jangan-dimarahi